manusia dan sepi

-p-

sepi pada kesendirian
bukan bual jika hendak lari
mendesak hampa manusia
tertumpah jadi hujan dan sungai
ombak kemarahan pada laut
tolong katakan!
ini hanya teriakan sunyi
dari musnahnya koyak-koyak keluh

berjuta kali sepi ini hadir
terus, lenyap, dan berlalu
ada dan singgah tapi hadapi
bukankah dengan begitu
kau dan aku akan beranjak jadi manusia?

manusia satu manusia lainnya
selalu sama juga berbeda
mereksa jiwa jauhi wajah
berjuta kali tampak segala rupa
lebih banyak aku dapati
berteriak dari keluh yang sama
terdengar sangat lantang menyeru
tapi lantas terdiam
mengapa?

lelahkah?
ataukah karena sepi yang diam-diam telah pergi?

3 Responses to “manusia dan sepi”

  1. eM Says:

    sepi gak pernah pergi
    sepi selalu menemani
    dalam sepi diam bersetubuh dengan sukma, jadi kata, jadi makna
    sepi lebih sering jadi nyata

  2. next Says:

    dan pada kenyataannya, bukanlah manusia jika tidak pernah ditemani sepi

  3. eM Says:

    hahahahahahaha…
    brarti aku ternyata manusia dwong, dengan parameter nyang amat sangat simple sekali plus menyedihkan, bwakakakakaka….:p

Leave a Reply